MOH.NURIS ZAMAN,SPd
News Update :

Laman

nuriszaman. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Pengikut

Direktorat LPK Nasional

Moto GP News

Basketball News

Formula 1 News

Belajar Main Saham

Selasa, 08 Maret 2011


Saham adalah salah satu produk keuangan. Kita mengenal pasar finansial yang terbagi dalam pasar modal dan pasar uang. Saham termasuk produk pasar modal yang merupakan bukti kepemilikan kita terhadap perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut. Saham ada nilai intrinsik maupun nilai aktualnya. Untuk bertransaksi saham juga ada aturan main tersendiri.
main saham Belajar Bermain Saham
Beberapa tips cara bermain saham :
* Perlakukan saham sebagai “human”, bukan dipahami semata-mata ”by the book” saja. Lihat juga orang-orang yang mengelolanya, pemain di belakangnya (market maker, player, follower) dan karakteritik masing-masing, baru kemudian masuk ke analisis dan tools yang digunakan.
* Jangan sepenuhnya percaya pada data-data keuangan, apalagi yang belum diaudit dan/atau belum disahkan oleh Bapepam. Indonesia adalah salah satu contoh emerging market, dan karakteristik utama dari pasar seperti ini adalah data yang seringkali unreliable. Jadi, tetaplah bersikap konservatif dan hati-hati.
* Ada baiknya Anda mulai dengan mengoleksi saham-saham blue chip yang turun harganya karena sentimen right issue. Tak apa, dalam waktu yang tidak terlalu lama, biasanya harganya segera terkoreksi dan merangkak naik. Return saham-saham blue chip biasanya average, tapi cukup layak untuk dipegang dalam jangka waktu lama.
* Anda juga bisa mengikuti aksi yang dilakukan para bandar. Bermainlah bisnis online sedikit dengan saham gorengan. Biasanya, saham ini tidak terlalu banyak peredarannya sehingga mudah dikatrol dan dipermainkan harganya. Ciri-cirinya, volume transaksi saham ini cukup besar dan nilainya turun tapi kemudian perlahan-lahan naik. Sekali lagi, hati-hati karena tren bisa segera berbalik dengan cepat dan gunakan hanya jika ada uang berlebih.
* Disiplin. Tetapkan batas atas dan batas bawah. Misalnya, 33% di atas dan 5% di bawah. Taati aturan itu dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi Anda. Kalau Anda berani mengambil resiko, tidak apa-apa tanpa cut loss, kecuali 1) Anda pakai margin, 2) harga saham sudah tergolong tinggi, dan 3) ketika Anda masuk, harga atau tren berbalik arah.
* Tekun dan geluti secara serius. Lakukan analisis dan review portofolio secara berkala. Saya sarankan untuk memegang tidak lebih dari 9 jenis saham saja. Fokus pada maksimal 3 saham dan hold 1-2 saham untuk tetap dipegang untuk satu tahun. Kemampuan manusia terbatas, jadi baiknya jangan terlalu greedy.
* Belajar fundamental ekonomi global dan emiten tertentu adalah suatu keharusan. Lebih baik lagi jika Anda juga mengikuti selalu berita nasional dan mengamati korelasinya dengan gerakan di bursa.
* Simak karakteristik unik bursa. Misalnya, biasanya ada kecenderungan naik sekitar April-Mei sebagai antisipasi publikasi laporan keuangan dan pembagian dividen (sell). Sebaliknya, pada bulan September-Oktober seperti sekarang, biasanya kecenderungan turun karena sepi, tidak ada berita dan aktivitas (buy). Sementara pada akhir tahun ada kecenderungan naik, sebagai antisipasi window dressing dan menyambut january effect (sell). Pada bulan Februari-Maret, biasanya terjadi koreksi pasca window dressing dan january effect (buy). Begitu seterusnya.
* Broker juga manusia. Ajak mereka makan siang dan make friendship. Lakukan saja dengan tulus. Jangan pernah mengharapkan Anda akan mendapatkan insider information dari sini. Selain tidak etis, hal itu juga melanggar hukum (ilegal).
* Mohon bimbingan yang di atas. Percayalah bahwa banyak variabel yang berpengaruh tetapi berada di luar kendali kita. Di situlah peran tangan Tuhan berkuasa. Dan ketika Anda mendapatkan gain, jangan lupa sumbangkan sebagian dari apa yang Anda terima dan tetaplah bersikap rendah hati. Investor besar yang saya tahu rata-rata orang yang low profile, sederhana, dan tidak suka banyak bicara.
Informasi, analisis/strategi, sikap mental dan emosi, serta luck, tetap merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan Anda.

Belajar Main Saham


Saham adalah salah satu produk keuangan. Kita mengenal pasar finansial yang terbagi dalam pasar modal dan pasar uang. Saham termasuk produk pasar modal yang merupakan bukti kepemilikan kita terhadap perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut. Saham ada nilai intrinsik maupun nilai aktualnya. Untuk bertransaksi saham juga ada aturan main tersendiri.
main saham Belajar Bermain Saham
Beberapa tips cara bermain saham :
* Perlakukan saham sebagai “human”, bukan dipahami semata-mata ”by the book” saja. Lihat juga orang-orang yang mengelolanya, pemain di belakangnya (market maker, player, follower) dan karakteritik masing-masing, baru kemudian masuk ke analisis dan tools yang digunakan.
* Jangan sepenuhnya percaya pada data-data keuangan, apalagi yang belum diaudit dan/atau belum disahkan oleh Bapepam. Indonesia adalah salah satu contoh emerging market, dan karakteristik utama dari pasar seperti ini adalah data yang seringkali unreliable. Jadi, tetaplah bersikap konservatif dan hati-hati.
* Ada baiknya Anda mulai dengan mengoleksi saham-saham blue chip yang turun harganya karena sentimen right issue. Tak apa, dalam waktu yang tidak terlalu lama, biasanya harganya segera terkoreksi dan merangkak naik. Return saham-saham blue chip biasanya average, tapi cukup layak untuk dipegang dalam jangka waktu lama.
* Anda juga bisa mengikuti aksi yang dilakukan para bandar. Bermainlah bisnis online sedikit dengan saham gorengan. Biasanya, saham ini tidak terlalu banyak peredarannya sehingga mudah dikatrol dan dipermainkan harganya. Ciri-cirinya, volume transaksi saham ini cukup besar dan nilainya turun tapi kemudian perlahan-lahan naik. Sekali lagi, hati-hati karena tren bisa segera berbalik dengan cepat dan gunakan hanya jika ada uang berlebih.
* Disiplin. Tetapkan batas atas dan batas bawah. Misalnya, 33% di atas dan 5% di bawah. Taati aturan itu dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi Anda. Kalau Anda berani mengambil resiko, tidak apa-apa tanpa cut loss, kecuali 1) Anda pakai margin, 2) harga saham sudah tergolong tinggi, dan 3) ketika Anda masuk, harga atau tren berbalik arah.
* Tekun dan geluti secara serius. Lakukan analisis dan review portofolio secara berkala. Saya sarankan untuk memegang tidak lebih dari 9 jenis saham saja. Fokus pada maksimal 3 saham dan hold 1-2 saham untuk tetap dipegang untuk satu tahun. Kemampuan manusia terbatas, jadi baiknya jangan terlalu greedy.
* Belajar fundamental ekonomi global dan emiten tertentu adalah suatu keharusan. Lebih baik lagi jika Anda juga mengikuti selalu berita nasional dan mengamati korelasinya dengan gerakan di bursa.
* Simak karakteristik unik bursa. Misalnya, biasanya ada kecenderungan naik sekitar April-Mei sebagai antisipasi publikasi laporan keuangan dan pembagian dividen (sell). Sebaliknya, pada bulan September-Oktober seperti sekarang, biasanya kecenderungan turun karena sepi, tidak ada berita dan aktivitas (buy). Sementara pada akhir tahun ada kecenderungan naik, sebagai antisipasi window dressing dan menyambut january effect (sell). Pada bulan Februari-Maret, biasanya terjadi koreksi pasca window dressing dan january effect (buy). Begitu seterusnya.
* Broker juga manusia. Ajak mereka makan siang dan make friendship. Lakukan saja dengan tulus. Jangan pernah mengharapkan Anda akan mendapatkan insider information dari sini. Selain tidak etis, hal itu juga melanggar hukum (ilegal).
* Mohon bimbingan yang di atas. Percayalah bahwa banyak variabel yang berpengaruh tetapi berada di luar kendali kita. Di situlah peran tangan Tuhan berkuasa. Dan ketika Anda mendapatkan gain, jangan lupa sumbangkan sebagian dari apa yang Anda terima dan tetaplah bersikap rendah hati. Investor besar yang saya tahu rata-rata orang yang low profile, sederhana, dan tidak suka banyak bicara.
Informasi, analisis/strategi, sikap mental dan emosi, serta luck, tetap merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan Anda.

Belajar Main Saham


Saham adalah salah satu produk keuangan. Kita mengenal pasar finansial yang terbagi dalam pasar modal dan pasar uang. Saham termasuk produk pasar modal yang merupakan bukti kepemilikan kita terhadap perusahaan yang menerbitkan sertifikat saham tersebut. Saham ada nilai intrinsik maupun nilai aktualnya. Untuk bertransaksi saham juga ada aturan main tersendiri.
main saham Belajar Bermain Saham
Beberapa tips cara bermain saham :
* Perlakukan saham sebagai “human”, bukan dipahami semata-mata ”by the book” saja. Lihat juga orang-orang yang mengelolanya, pemain di belakangnya (market maker, player, follower) dan karakteritik masing-masing, baru kemudian masuk ke analisis dan tools yang digunakan.
* Jangan sepenuhnya percaya pada data-data keuangan, apalagi yang belum diaudit dan/atau belum disahkan oleh Bapepam. Indonesia adalah salah satu contoh emerging market, dan karakteristik utama dari pasar seperti ini adalah data yang seringkali unreliable. Jadi, tetaplah bersikap konservatif dan hati-hati.
* Ada baiknya Anda mulai dengan mengoleksi saham-saham blue chip yang turun harganya karena sentimen right issue. Tak apa, dalam waktu yang tidak terlalu lama, biasanya harganya segera terkoreksi dan merangkak naik. Return saham-saham blue chip biasanya average, tapi cukup layak untuk dipegang dalam jangka waktu lama.
* Anda juga bisa mengikuti aksi yang dilakukan para bandar. Bermainlah bisnis online sedikit dengan saham gorengan. Biasanya, saham ini tidak terlalu banyak peredarannya sehingga mudah dikatrol dan dipermainkan harganya. Ciri-cirinya, volume transaksi saham ini cukup besar dan nilainya turun tapi kemudian perlahan-lahan naik. Sekali lagi, hati-hati karena tren bisa segera berbalik dengan cepat dan gunakan hanya jika ada uang berlebih.
* Disiplin. Tetapkan batas atas dan batas bawah. Misalnya, 33% di atas dan 5% di bawah. Taati aturan itu dan jangan sekali-kali mengikuti nafsu dan emosi Anda. Kalau Anda berani mengambil resiko, tidak apa-apa tanpa cut loss, kecuali 1) Anda pakai margin, 2) harga saham sudah tergolong tinggi, dan 3) ketika Anda masuk, harga atau tren berbalik arah.
* Tekun dan geluti secara serius. Lakukan analisis dan review portofolio secara berkala. Saya sarankan untuk memegang tidak lebih dari 9 jenis saham saja. Fokus pada maksimal 3 saham dan hold 1-2 saham untuk tetap dipegang untuk satu tahun. Kemampuan manusia terbatas, jadi baiknya jangan terlalu greedy.
* Belajar fundamental ekonomi global dan emiten tertentu adalah suatu keharusan. Lebih baik lagi jika Anda juga mengikuti selalu berita nasional dan mengamati korelasinya dengan gerakan di bursa.
* Simak karakteristik unik bursa. Misalnya, biasanya ada kecenderungan naik sekitar April-Mei sebagai antisipasi publikasi laporan keuangan dan pembagian dividen (sell). Sebaliknya, pada bulan September-Oktober seperti sekarang, biasanya kecenderungan turun karena sepi, tidak ada berita dan aktivitas (buy). Sementara pada akhir tahun ada kecenderungan naik, sebagai antisipasi window dressing dan menyambut january effect (sell). Pada bulan Februari-Maret, biasanya terjadi koreksi pasca window dressing dan january effect (buy). Begitu seterusnya.
* Broker juga manusia. Ajak mereka makan siang dan make friendship. Lakukan saja dengan tulus. Jangan pernah mengharapkan Anda akan mendapatkan insider information dari sini. Selain tidak etis, hal itu juga melanggar hukum (ilegal).
* Mohon bimbingan yang di atas. Percayalah bahwa banyak variabel yang berpengaruh tetapi berada di luar kendali kita. Di situlah peran tangan Tuhan berkuasa. Dan ketika Anda mendapatkan gain, jangan lupa sumbangkan sebagian dari apa yang Anda terima dan tetaplah bersikap rendah hati. Investor besar yang saya tahu rata-rata orang yang low profile, sederhana, dan tidak suka banyak bicara.
Informasi, analisis/strategi, sikap mental dan emosi, serta luck, tetap merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan Anda.

Bagaimana Cara Main Saham

Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Dengan Hormat, saya tertarik sekali dengan saham, tapi saya belum tahu cara bermainnya. Sebenarnya saya ingin ikut semacam simulasi saham, tapi saya belum tahu situs mana yang menyediakan hal tersebut. Bisakah Bapak memberikan saran kepada saya, apa yang pertama kali saya lakukan bila saya ingin mencemplungkan diri-lah istilahnya, ke dunia main saham ini?
Atas jawaban Anda, saya ucapkan terima kasih.

Anas Zaenuri --- Bandung

Jawaban:
Pak Anas, sebelumnya ada satu hal yang harus saya tegaskan pada Anda, yaitu apa tujuan Anda sebenarnya? apakah "bermain" seperti yang Anda katakan, atau berinvestasi (jangka panjang) dalam instrumen saham?
Karena saham hanyalah instrumen atau alat, dan tujuan Anda akan mempengaruhi bagaimana cara memanfaatkan alat ini. Jika Anda bermaksud untuk berinvestasi pada saham, maka yang perlu Anda lakukan adalah menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat. Sedangkan jika Anda ingin "bermain" dalam arti mengambil keuntungan dalam jangka pendek dengan memanfaatkan margin jual-beli, maka yang harus Anda lakukan bukan hanya menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat, melainkan ditambah lagi dengan menentukan waktu yang tepat pula untuk masuk dan keluar dari bursa.
Jika Anda ingin melakukan simulasi saham, mudah saja, ada beberapa situs di internet yang bisa Anda gunakan untuk belajar mengenai hal ini. Lakukan saja pencarian di search engine dengan keyword "simulasi saham". Ada beberapa perusahaan yang menyediakan fasilitas ini dengan gratis atau berbayar. Di sini Anda bisa belajar mengenai saham tanpa harus mengorbankan banyak uang untuk bereksperimen. Namun tentu saja Anda juga tidak bisa mendapatkan keuntungan walaupun sudah "menang", karena ini hanya simulasi saja.
Sebelum memutuskan untuk mulai terjun, saya sangat sarankan agar Anda menyiapkan sejumlah modal yang bebas. Bebas dalam arti keuangan Anda tidak akan banyak terganggu walaupun harus terpaksa kehilangan uang tersebut karena merugi dalam bursa. Hal ini penting sekali untuk membangun mental. Karena jika Anda mengorbankan uang yang akan digunakan untuk hal tertentu, lalu merugi, bisa jadi Anda akan kapok dan tidak mau lagi terjun di sini.
Selamat bermain...
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Bagaimana Cara Main Saham


Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Dengan Hormat, saya tertarik sekali dengan saham, tapi saya belum tahu cara bermainnya. Sebenarnya saya ingin ikut semacam simulasi saham, tapi saya belum tahu situs mana yang menyediakan hal tersebut. Bisakah Bapak memberikan saran kepada saya, apa yang pertama kali saya lakukan bila saya ingin mencemplungkan diri-lah istilahnya, ke dunia main saham ini?
Atas jawaban Anda, saya ucapkan terima kasih.

Anas Zaenuri --- Bandung

Jawaban:
Pak Anas, sebelumnya ada satu hal yang harus saya tegaskan pada Anda, yaitu apa tujuan Anda sebenarnya? apakah "bermain" seperti yang Anda katakan, atau berinvestasi (jangka panjang) dalam instrumen saham?
Karena saham hanyalah instrumen atau alat, dan tujuan Anda akan mempengaruhi bagaimana cara memanfaatkan alat ini. Jika Anda bermaksud untuk berinvestasi pada saham, maka yang perlu Anda lakukan adalah menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat. Sedangkan jika Anda ingin "bermain" dalam arti mengambil keuntungan dalam jangka pendek dengan memanfaatkan margin jual-beli, maka yang harus Anda lakukan bukan hanya menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat, melainkan ditambah lagi dengan menentukan waktu yang tepat pula untuk masuk dan keluar dari bursa.
Jika Anda ingin melakukan simulasi saham, mudah saja, ada beberapa situs di internet yang bisa Anda gunakan untuk belajar mengenai hal ini. Lakukan saja pencarian di search engine dengan keyword "simulasi saham". Ada beberapa perusahaan yang menyediakan fasilitas ini dengan gratis atau berbayar. Di sini Anda bisa belajar mengenai saham tanpa harus mengorbankan banyak uang untuk bereksperimen. Namun tentu saja Anda juga tidak bisa mendapatkan keuntungan walaupun sudah "menang", karena ini hanya simulasi saja.
Sebelum memutuskan untuk mulai terjun, saya sangat sarankan agar Anda menyiapkan sejumlah modal yang bebas. Bebas dalam arti keuangan Anda tidak akan banyak terganggu walaupun harus terpaksa kehilangan uang tersebut karena merugi dalam bursa. Hal ini penting sekali untuk membangun mental. Karena jika Anda mengorbankan uang yang akan digunakan untuk hal tertentu, lalu merugi, bisa jadi Anda akan kapok dan tidak mau lagi terjun di sini.
Selamat bermain...
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Bagaimana Cara Main Saham


Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Dengan Hormat, saya tertarik sekali dengan saham, tapi saya belum tahu cara bermainnya. Sebenarnya saya ingin ikut semacam simulasi saham, tapi saya belum tahu situs mana yang menyediakan hal tersebut. Bisakah Bapak memberikan saran kepada saya, apa yang pertama kali saya lakukan bila saya ingin mencemplungkan diri-lah istilahnya, ke dunia main saham ini?
Atas jawaban Anda, saya ucapkan terima kasih.

Anas Zaenuri --- Bandung

Jawaban:
Pak Anas, sebelumnya ada satu hal yang harus saya tegaskan pada Anda, yaitu apa tujuan Anda sebenarnya? apakah "bermain" seperti yang Anda katakan, atau berinvestasi (jangka panjang) dalam instrumen saham?
Karena saham hanyalah instrumen atau alat, dan tujuan Anda akan mempengaruhi bagaimana cara memanfaatkan alat ini. Jika Anda bermaksud untuk berinvestasi pada saham, maka yang perlu Anda lakukan adalah menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat. Sedangkan jika Anda ingin "bermain" dalam arti mengambil keuntungan dalam jangka pendek dengan memanfaatkan margin jual-beli, maka yang harus Anda lakukan bukan hanya menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat, melainkan ditambah lagi dengan menentukan waktu yang tepat pula untuk masuk dan keluar dari bursa.
Jika Anda ingin melakukan simulasi saham, mudah saja, ada beberapa situs di internet yang bisa Anda gunakan untuk belajar mengenai hal ini. Lakukan saja pencarian di search engine dengan keyword "simulasi saham". Ada beberapa perusahaan yang menyediakan fasilitas ini dengan gratis atau berbayar. Di sini Anda bisa belajar mengenai saham tanpa harus mengorbankan banyak uang untuk bereksperimen. Namun tentu saja Anda juga tidak bisa mendapatkan keuntungan walaupun sudah "menang", karena ini hanya simulasi saja.
Sebelum memutuskan untuk mulai terjun, saya sangat sarankan agar Anda menyiapkan sejumlah modal yang bebas. Bebas dalam arti keuangan Anda tidak akan banyak terganggu walaupun harus terpaksa kehilangan uang tersebut karena merugi dalam bursa. Hal ini penting sekali untuk membangun mental. Karena jika Anda mengorbankan uang yang akan digunakan untuk hal tertentu, lalu merugi, bisa jadi Anda akan kapok dan tidak mau lagi terjun di sini.
Selamat bermain...
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Apakah Saham itu?


Saham Indonesia
Apakah Saham itu?

Langkah pertama untuk mengerti pasar modal adalah pemahaman tentang saham itu sendiri.
Saham adalah bukti penyertaan modal baik dari perseorangan ataupun badan usaha pada suatu perusahaan.
Dengan menyertakan modal tsb, Anda atau badan usaha berhak untuk hadir dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan berhak juga untuk mendapatkan keuntungan perusahaan berupa deviden. Sebaliknya bagi perusahaan, modal yang didapatkan dari menerbitkan saham itu adalah nantinya akan digunakan untuk membiayai kegiatan perusahaan seperti untuk membayar utang, membiayai kebutuhan ekspansi dlsb.

Jika Anda memiliki saham suatu perusahaan untuk jangka panjang, maka berarti Anda telah menjadi bagian dari perusahaan tersebut dan berharap perusahaan tsb nantinya mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik (menghasilkan keuntungan).

Bilamana performansinya bagus dan memperoleh laba bersih perusahaan di akhir tahun, tentunya Anda akan mendapatkan pembagian keuntungan berupa deviden. Besarnya deviden yang akan dibagikan, tentu didasarkan pada keputusan RUPS.

Lalu bagaimana jika Anda membeli saham suatu perusahaan untuk jangka pendek atau menengah?

Jika harga saham suatu perusahaan meningkat dan Anda memutuskan untuk tidak memegang saham itu berlama-lama atau sesegera mungkin untuk menjualnya,tentu saja Anda akan memperoleh keuntungan juga yakni berupa capital gain (profit).
Jadi Capital gain (profit)itu adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga pembelian dengan harga penjualan.

Sebaliknya jika harga saham turun dan Anda memutuskan untuk melepas/menjual kepemilikan atas saham tsb maka Anda akan mengalami capital loss yakni kerugian akibat selisih harga pembelian dan harga penjualan.

Football News

 

© Copyright Kumpulan dan Cara Paling Oye 2010 -2011 | Design by NURIS ZAMAN SPd | Published by LPKN Templates | Powered by Blogger.com.