MOH.NURIS ZAMAN,SPd
News Update :

Laman

nuriszaman. Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

Pengikut

Direktorat LPK Nasional

Moto GP News

Basketball News

Formula 1 News

RTI Tidak Bisa buat main Saham

Kamis, 17 Maret 2011


RTI ga bisa buat maen saham, RTI cuma menyediakan informasi mengenai pergerakan harga dan informasi informasi saham lainnya secara realtime. Untuk memudahkan berikut ini beberapa informasi mengenai cara "main" saham

Bagaimana cara “main” saham

Pada dasarnya, jika Anda ingin melakukan pembelian maupun penjualan saham maka Anda harus berhubungan dengan perusahaan efek atau biasa disebut broker atau perusahaan pialang yang menjadi Anggota Bursa. Perusahaan efek ini memiliki wakilnya di Bursa Efek yang disebut pialang. Pialang tersebutlah yang akan melakukan transaksi atas dasar order/amanat yang Anda berikan baik untuk jual maupun untuk beli. Pialang tersebut dapat juga memberikan anjuran atau berbagai nasihat lainnya sehubungan dengan rencana investasi Anda. Atas jasanya itu maka Anda wajib membayar biaya komisi kepada pialang.

Berapa dana minimal untuk berinvestasi ?
Pada dasarnya tidak ada batasan minimal dana dan jumlahnya untuk membeli saham. Dalam perdagangan saham, jumlah yang dijualbelikan dilakukan dalam satuan perdagangan yang disebut lot. Di Bursa Efek Jakarta, satu lot berarti 500 saham (untuk saham non-perbankan) dan 5000 saham (untuk saham perbankan). Itulah batas minimal pembelian saham. Lalu dana yang dibutuhkan menjadi bervariasi karena beragamnya harga saham-saham yang tercatat di Bursa. Misalnya harga saham XYZ Rp. 1.000,- maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot saham tersebut menjadi (500 dikali Rp 1.000) sejumlah Rp. 500.000. Sebagai ilustrasi lain,jika saham ABC harga per sahamnya Rp 2.500 maka dana minimal untuk membeli saham tersebut (500 dikali Rp. 2.500) sebesar Rp. 1.250.000.

PROSES PENYELESAIAN TRANSAKSI
Proses penyelesaian transaksi antar pialang berlangsung dalam hitungan 3 hari (T+3) sejak terjadinya transaksi (T+0) baik untuk jual maupun beli. Sementara penyelesaian dengan investor, paling cepat dapat dilakukan pada (T+4).
Artinya kalau Anda membeli saham pada hari Senin,maka Anda akan menerima saham pada hari Senin berikutnya, demikian juga untuk proses jual, jika Anda menjual saham pada hari Senin,maka Anda akan menerima uangnya pada hari Senin berikutnya

Berapa biaya jual beli saham ?
Komponen dari biaya jual dan beli saham adalah sbb :
Beli : Nilai pembelian saham + (komisi pialang + PPN 10%)
Jual : Nilai penjualan saham + ( komisi pialang + PPN 10 % ) + pajak penjualan sebesar 0,1 % dari nilai penjualan.

Untuk pembelian dan penjualan saham, Anda harus membayar biaya komisi kepada pialang/broker yang telah melaksanakan pesanan Anda. Besarnya komisi diatur oleh Bursa. Di Bursa Efek Jakarta besarnya biaya komisi tersebut setinggi-tingginya adalah 1% dari nilai transaksi (jual atau beli). Artinya besarnya biaya komisi dapat dinegosiasikan dengan pialang/ broker dimana Anda melakukan jual-beli saham.

Kapan jual beli (transaksi) di BEJ dilakukan?

Transaksi di Bursa dilakukan pada hari-hari kerja yang disebut Hari Bursa, yaitu :
SESI I :
Senin - Kamis : 09.30 - 12.00 WIB
Jumat : 09.30 - 11.30 WIB

SESI II :
Senin - Kamis : 13.30 - 16.00 WIB
Jumat : 14.00 - 16.00 WIB

Bagaimana Menjadi Nasabah Perusahaan Efek (Pembukaan Rekening Nasabah) ?

Sebelum Anda melakukan jual-beli saham, seperti layaknya membuka rekening di bank maka terlebih dahulu Anda harus membuka rekening di satu atau beberapa Perusahaan Efek. Dengan pembukaan rekening tersebut maka secara resmi Anda telah tercatat sebagai nasabah dan data identitas anda tercatat dalam pembukuan Perusahaan Efek seperti Nama, Alamat, Nomor Rekening Bank dan data-data lain. Bersamaan dengan pembukaan rekening ini, Anda menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Efek yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Dimana dapat diperoleh informasi tentang saham ?

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa saham merupakan pilihan investasi yang cepat mengalami perubahan dan rentan terhadap berbagai isu yang berkembang. Bagi pemodal tentu saja hal tersebut penting untuk diketahui dan dipantau sehingga pemodal dapat mengambil posisi atas saham yang dipegangnya.
Media informasi yang dapat diakses pemodal antara lain
Media Cetak
1. Harian Bisnis Indonesia
2. Harian Ekonomi Neraca
3. Harian Republika
4. Harian Ekonomi Moneter
5. Harian The Jakarta Post
6. Mingguan Warta Ekonomi
7. Tabloid Kontan
8. Tabloid Kapital
9. Majalah Liquid
10. Majalah Investor
11. Majalah Jurnal Pasar Modal
12. Majalah Uang dan Efek
13. Majalah Pilar

Media Televisi/Stock Channel
1. TV Kabel Channel 950
2. INDOVISION Channel 43

Media Internet
1. Web site BEJ http://www.jsx.co.id
2. Web site Bapepam http://www.bapepam.co.id
3. Web site Indonesia Interactive http://investor.i-2.co.id
4. Web site Indo Exchange http://indoexchange.co.id
5. Web Site Stock Watch http://limas.com
Media Lain
1. RTI, IMQ, Basic Info, Stockwatch, Bloomberg
2. Reuters
3. CNBC


Membaca Trand Harga Saham Menggunakan Moving Average

Rabu, 16 Maret 2011


adro-chart-crossing
Apa indikator yang paling akurat dari analis teknikal?  Yang merupakan dasar sekaligus senjata utama dari trend trader, dan juga dilihat baik oleh swing trader, scalper, contrarian, dan lain-lain.
Kalau Anda menjawab Moving Average (MA), Anda benar.  Moving Average, atau rata-rata bergerak adalah indikator yang paling sederhana, paling tua, dan paling mudah diartikan.
Moving Average memberikan petunjuk mengenai trend dan support resistance yang baik.
Kami harap Anda sudah mengerti cara menggunakan Yahoo Finance, yuk kita buka sekarang.
Ini chart ADRO sampai penulisan artikel ini:

Anda bisa mendapatkan chart yang sama tapi updated dengan mengklik link ini.
Chart tersebut menggunakan candlestick dengan Moving Average 50 hari yaitu yang garis hijau.  Pertanyaan pertama, kemana arah ADRO dengan hanya melihat MA50-nya?
Benar, ke atas.  Berarti trendnya sedang ke atas.  Begitu juga ketika MA tersebut berbelok ke bawah, atau mendatar, semuanya menunjukkan trend pada saat itu, apa bullish (uptrend), sideways (mendatar), ataukah bearish (downtrend).
MA50 juga menjadi patokan dalam jangka menengah Anda bisa berkata dengan pasti apakah saham tersebut sedang Bullish (harga di atas MA50), ataukah sedang Bearish (harga di bawah MA50), atau sedang di trading range (harga zigzag di MA50).
Ada dua peraturan yang baku mengenai cara menggunakan MA, yaitu:
  1. Beli ketika harga telah menembus MA50 ke atas;
  2. Jangan beli ketika harga masih di bawah MA50.  Apapun yang berada di bawah MA50-nya adalah judi.

Cara Menghitung Moving Average

Moving Average dihitung dengan menjumlahkan harga penutupan pada beberapa hari ke belakang dibagi dengan jumlah harinya.  Jadi MA50 adalah rata-rata bergerak 50 hari, didapat dengan menjumlahkan harga 50 hari ke belakang kemudian dibagi 50.  Sekarang ini sudah ada komputer yang mengerjakan perhitungannya secara otomatis, jadi Anda tidak perlu susah payah.

Beberapa Jangka Waktu Moving Average yang Umum Digunakan

Ada konvensi atau kesepakatan mengenai jangka waktu MA yang sering digunakan di dunia analisa teknikal, yaitu 5, 20, 50, dan 200.
  1. MA5 adalah rerata bergerak satu minggu bursa (lima hari), disebut juga MA jangka pendek, digunakan oleh swing trader.
  2. MA20 adalah rerata bergerak satu bulan bursa, disebut juga MA jangka menengah, digunakan oleh trend trader.  MA ini juga yang biasanya diambil menjadi garis tengah Bollinger Band.  Digunakan oleh trend trader.
  3. MA50 adalah rerata bergerak tiga bulan bursa, disebut juga MA jangka menengah, digunakan oleh trend trader.
  4. MA200 adalah rerata bergerak satu tahun bursa, disebut juga MA jangka panjang, digunakan oleh investor.
Kami trend trader, sehingga kami sangat nyaman dengan MA50 dan MA20.

Crossing Moving Average

Ada juga yang dikenal dengan crossing, yaitu perpotongan antara garis MA yang pendek dengan MA yang lebih panjang, contohnya perpotongan garis MA20 dengan MA50 pada chart berikut ini:

Jika MA20 (warna merah) memotong ke bawah MA50 (warna hijau), maka disebut dead cross.  Crossing ini berbahaya karena merupakan tanda entah dia mau sideways, atau malah downtrend.  Jika dead cross ini diikuti harga yang berada di bawah MA50, lebih baik ambil posisi flat (keluar dari saham itu dulu), bahkan sebenarnya jika harga sudah di bawah MA50, apalagi kalau MA50-nya uda nunjuk ke bawah (nggak perlu ada dead cross), ambil “asuransi”, keluar dulu duluan.
Tapi tunggu dulu.
Jika MA20 memotong ke atas MA50, maka kita sebut dengan golden cross.  Jika dead cross bukan merupakan sinyal jual yang baik (lebih kepada jaga agar jangan rugi), golden cross adalah selalu merupakan sinyal beli yang baik.  Jika Anda ingin membeli suatu saham hanya menggunakan satu indikator, pakailah golden cross MA20 dengan MA50, Anda jaga harga jangan sampai menembus MA50, dan harus pada akhirnya MA50 mengarah ke atas, Anda pasti untung! Syaratnya gampang, saham tersebut liquid.
Kami akan membahas sinyal jual dengan indikator lain.  Moving Average adalah sebuah indikator beli.
Beli ketika trend sedang naik.
Jangan beli ketika trend sedang turun.
Sederhana, dan menguntungkan.  Jika ada pertanyaan atau ada yang perlu ditambahkan, silakan isikan komentar.

Apa Bedanya Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA)?

Semua contoh di atas adalah Simple Moving Average yang sederhana, dengan pengerjaan seperti yang kami tuliskan di atas. Ada pertanyaan dari Luke tentang EMA, apa bedanya?
Para chartist tampaknya tidak pernah puas memperbarui dan membuat indikator-indikator baru, apalagi dengan bantuan komputer. Kadang indikator ini lambat, kadang cepat, dan sebagainya. Ini yang dikenal dengan nama “optimization” atau optimasi indikator (pembahasan tingkat lanjut).
Moving Average pada intinya adalah indikator yang sederhana dan “lambat”. Perubahan pada MA tidak akan terjadi tiba-tiba, tapi melalui proses sideways terlebih dahulu. Nah, ada saja yang punya ide untuk “mempercepat” sinyal dari indikator ini sehingga terciptalah indikator kedua yaitu Exponential Moving Average (EMA).
Cara menghitung EMA jauh lebih rumit daripada MA. Lihat rumus MA di atas bisa kami ceritakan tanpa rumus. Tidak begitu dengan EMA. Ini rumusnya:
EMA(current) = ( (Price(current) – EMA(prev) ) x Multiplier) + EMA(prev)
dimana Multiplier = (2 / (Time periods + 1) )
Tujuannya sudah dibilang tadi adalah membuat MA menjadi lebih “responsif”, caranya adalah dengan memberikan bobot yang lebih besar kepada data yang lebih baru, dan makin ke belakang datanya, efeknya makin kecil. Kalau SMA, bobotnya dianggap sama.
Secara teori baik, tapi hasilnya? Kalau menurut kami, kacau. Sinyal-sinyal banyak yang terlalu cepat dan menyalahi aturan MA. Banyak sinyal yang false, dan confidence (kepercayaan) kepada bacaan analisa teknikal malah menurun.  Ini contoh EMA untuk ADRO:

Adakah sinyal? Kami malah bingung…
MA adalah indikator “lambat”. Biarkan saja sesuai kodratnya. Untuk tujuan kita (trend trading), gunakan saja SMA, jangan EMA.

Ujian

Sekarang ujian, tolong Anda jawab, saham ini, berdasarkan MA-nya, apa tindakan Anda, dan mengapa?
 

Cara Memilih Saham Yang di Tradingkan

Selasa, 08 Maret 2011


Namun anda tidak perlu lulus kuliah jurusan akuntansi dulu jika ingin bisa bermain saham. Jadi ....apapun jurusan kuliah apapun, bisa melakukannya. Tentunya di bekali oleh edukasi tentang Saham. etelah anda memutuskan untuk memilih saham sebagai wadah untuk anda berinvestasi. Anda perlu mengetahui saham mana yang akan anda pilih.
 Ada 2 jenis saham yang perlu diketahui oleh para investor.
1. Saham Blue Chips Saham Blue chips adalah saham yang merupakan perusahaan berkapitalisasi besar. Disebut Big Cap jika memiliki nilai kapitalis > 5 Triliun. Perusahaan tersebut memiliki Kinerja keuangan yang sehat, artinya perusahaan tersebut dalam kondisi normal, stabil dan aktif. Setiap tahunnya selalu mencatat pertumbuhan laba bersih,  tercatat bahwa setiap tahunnya membagikan deviden. Saham Blue Chips biasa di sebut juga Indeks LQ 45 karena terdiri dari 45 saham yang likuid dipasar atau Saham First Liner.
Tentulah kondisi perusahaan yang seperti ini menjadi  magnet bagi para investor.
Itulah salah satu penyebab mengapa saham blue chips harga perlembar sahamnya tergolong mahal... J, Tetapi.... sekalipun harga perlembar sahamnya tergolong mahal, saham-saham blue chips ini memiliki tingkat likuiditas yang tinggi dan  dikelola secara profesional sehingga pergerakan harganya masih dalam jalur yang benar (wajar-wajar saja...).
Lalu...apakah Saham blue chips bisa memastikan kita untuk selalu mendapatkan keuntungan?
Hmmm.....kalau kita kenal pasar tradisional, harga barang2 yang ada di pasar kadang naik...kadang turun semua di gerakan oleh besar kecilnya penawaran dan permintaan, apapun jenis barang yang di perdagangkan di pasar tersebut.
Demikian juga dengan pasar modal apapun jenis saham yang di perdagankan di sana pastilah mengalami pergerakan harga naik dan turun tergantung situasi besar kecilnya penawaran dan permintaan.
Tergantung juga anda menggunakan cara trading yang seperti apa, jika anda bermain secara daily, gain n loss pasti terjadi. Tp kalau untuk investasi jangka panjang saham blue chips pada umumnya mencatat gain (perhatikan kondisi pasar dunia juga).
2. Saham Second Liner                                                                                                                                                                         Kita masuk ke dalam lapisan ke 2 di dalam lapisan ini terdapat saham-saham dari perusahaan yang memiliki kapitalisasi sedang. Saham ini tergolong saham aktif diperdagangkan juga.  Disebut juga Mid –Cap, memiliki nilai kapitalis antara Rp. 1 Triliun dan Rp. 5 Triliun.
3. Saham Third Liner                                                                                                                                                                                 Saham lapisan yang terakhir ini  kapitalisasi pasar yang sangat rendah. Disebut juga Small Cap memiliki nilai kapitalis di bawah 1 triliun. Bagian lapisan ketiga ini sering disebut saham yang bisa di goreng. Saham goreng disini bukannya kita menggorengnya seperti kita menggoreng diatas api kompor. Tetapi saham saham tersebut mengalami suatu proses jual dan beli berdasarkan suatu kepentingan tertentu dari penjual /pembeli tapi tidak semua perusahaan di lapis ke tiga ini yang bisa di “goreng”. Di lihat juga apakah kondisi perfomance nya masih cukup baik untuk saat ini maupun untuk kedepannya nanti.
Saham yang biasanya jadi target para oknum untuk di jadikan Saham Goreng adalah saham tidur .   Apa itu saham tidur ? perusahaan-perusahaan yang sudah go publik terdaftar di BEI tapi tidak aktif memberikan laporan perkembangan perusahaannya sehingga para investor saham lambat laun menjadi kurang tertarik atas saham tersebut, so.....harga sahamnya “stag” tidak bergerak secara significant dan akhirnya muncul suatu opini bahwa saham tidur itu tidak likuid dan tidak bagus perkembangan perusahaannya.....padahal sesungguhnya bisa jadi tidak demikian, bisa jadi hanya masalah Emiten (perusahaan yang mengeluarkan saham ) kurang aktif dalam mempromosikan perkembangan kepada masyarakat, sehingga tidak ada yang berani untuk membeli saham nya, karena dampaknya bisa saja dana investor akan tidak bergerak karena tidak ada transaksi jual beli, dengan kata lain dana investor bisa “nyangkut” di saham tersebut.  J  Belajar investasi.com memberitahukan semua ini kepada anda supaya anda bisa berhati-hati , dari sisi mana saja anda harus jeli dalam memilih saham.
Bagaimana proses menggorengannya ?                                                                                                                                               Proses ini dilakukan oleh mereka yang kita sebut disini adalah “Oknum”.  Yang tentunya memiliki sejumlah dana yang dapat menggerakan harga saham perusahaan yang ada di lapisan 3 ini.
Begini Prosesnya :                                                                                                                                                                          Oknum tersebut membentuk 2 kelompok / bagian. Satu kelompok dirancang  untuk membeli sejumlah saham untuk PT. Maju Terus . dan satu lagi dirancang untuk menjual Perusahaan  yang sama.  Pertama kelompok yg membeli melakukan aksi beli di harga Rp 4000 (bisa saja bertahap 3000, 3500, 4000) tujuannya adalah memancing investor untuk ikut membeli saham PT. Maju Terus tersebut. Setelah sampai diharga yang beli yang diinginkan, saatnya Kelompok yang dirancang untuk Menjual beraksi. Kelompok Penjual ini melakukan aksi jual di bawah harga yang seharusnya.
Lalu ......
Siapa yang diuntungkan? Mereka yang kita sebut sebagai Oknum  ...                                                                                                           Siapa yang dirugikan     ? Para Investor yang ikut membeli dan tidak mengetahui tentang skenario ini                                                            Jadi berhati2lah untuk menentukan pilihan saham perusahaan mana yang akan anda beli. Kalau anda tidak ingin menjadi salah satu dari investor yang dirugikan oleh karena skenario tersebut....
Perlu diketahui bahwa peluang untuk mendapatkan keuntungan dapat kita peroleh dari ketiga lapisan saham yang telah kita jabarkan. Pandai-pandailah memilih saham-saham perusahaan tersebut. Selamat bertrading saham.

Cara Main Saham Tanpa Hutang


Budgetary Consultation Mon, 22 Dec 2008 09:26:00 WIB
Saya sangat tertarik untuk bermain saham. The problem is, saya buta tentang saham/ sekuritas/ broker/ product, etc. Dan lagi, saya takut untuk terlibat dalam hutang. Memang tidak semua pemain saham itu berhutang, tapi still... dalam prakteknya. Apalagi saya baca di koran, banyak orang bunuh diri karena terlibat hutang pasca bursa sahamnya rontok.

Bagaimana caranya agar saya bisa mempelajari cara bermain dgn benar? Adakah buku/ situs/ kursus (dalam bahasa Indonesia) khusus untuk itu? Apa saja yang diperlukan untuk bermain saham selain perangkat komputer + internet? Please kindly answer my questions, karena sebagai wanita saya tidak ingin pasif menunggu uang gaji suami semata.

Terimakasih & salam sejahtera

gustinur ~ Batu- Jatim     
Answer:

Ibu Gustinur,

Hal terpenting yang harus ditentukan oleh seseorang sebelum ia memutuskan untuk melakukan sesuatu adalah: apa yang sesungguhnya menjadi tujuan dari aktivitas yang ingin dilakukan.

Dalam kasus Ibu misalnya, apakah tujuan Ibu hanya sekedar “bermain” atau untuk berinvestasi dalam instrumen saham? Karena saham hanyalah ”alat”, sedangkan tujuan lah yang pada akhirnya akan mempengaruhi keputusan Ibu untuk memanfaatkan alat ini.

Mungkin Ibu sudah tahu bahwa saham merupakan instrumen investasi yang beresiko tinggi, namun dalam jangka panjang relatif mampu memberikan hasil yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti deposito atau obligasi. Banyak orang yang siap untuk memperoleh hasil yang tinggi tetapi pada prakteknya di lapangan terbukti bahwa hanya segelintir dari mereka yang secara fisik dan mental siap untuk menghadapi resiko yang (juga) besar. Saya sangat menyarankan agar Ibu benar-benar mengenali profil resiko yang melekat pada diri Ibu, agar tidak terjebak didalam situasi yang memang tidak Ibu inginkan, sebelum memutuskan dan mulai ”bermain”.

Jika Ibu ingin berinvestasi secara jangka panjang melalui instrumen saham, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yang harus dilakukan adalah menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat. Tidak mudah memang karena begitu banyak saham yang ditawarkan di bursa dengan berbagai macam jenis sektor usaha, sehingga diperlukan suatu kemampuan khusus untuk menganalisa dan memilih saham yang tepat, sehingga mampu memberikan hasil yang baik dalam jangka panjang.

Namun, jika Ibu ingin ”bermain” dalam arti ingin mengambil keuntungan dalam jangka pendek dengan memanfaatkan margin jual-beli, maka yang harus dilakukan bukan hanya sekedar menentukan sektor usaha dan perusahaan yang tepat, tetapi ditambah lagi dengan menentukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar dari bursa. Istilah kerennya ”buy low, and sell high”. Dapat saya katakan ”bermain” saham dengan cara seperti ini sangat beresiko karena harga saham bisa naik dan turun secara fluktuatif secara jangka pendek, sehingga sangat tidak disarankan bagi Ibu untuk melakukan investasi pada saham dengan cara seperti ini tanpa didukung oleh kemampuan yang memadai atau didampingi oleh tenaga profesional yang handal.

Terlepas apapun tujuannya, untuk mulai melakukan transaksi di bursa, Ibu harus membuka rekening pada salah satu perusahaan sekuritas yang menjadi broker di bursa saham. Melalui broker inilah nantinya Ibu menyampaikan pesanan jual dan beli atas transaksi saham yang ingin Ibu lakukan. Daftar nama broker / pialang saham ini dapat Ibu akses melalui internet pada situs www.bei.co.id. Ibu juga dapat belajar lebih lanjut mengenai saham, atau bahkan melakukan simulasi transaksi saham melalui internet. Sepengetahuan saya ada beberapa situs perusahaan sekuritas atau pialang on-line yang memberikan edukasi akan hal ini. Silakan Ibu mempelajari sampai Ibu betul-betul merasa yakin.

Oya, yang juga tidak kalah penting untuk Ibu ketahui adalah agar keuangan Ibu tidak terganggu, saya sarankan agar modal investasi yang Ibu tanamkan pada saham benar-benar dana yang sifatnya bebas, dan bukan dana hasil pinjaman. Bebas dalam pengertian, keuangan Ibu tidak akan terganggu jika harus terpaksa kehilangan karena merugi dalam bursa. Hal ini penting sekali untuk membangun mental, karena jika Ibu mempergunakan dana yang sebenarnya diperuntukkan untuk hal lain, lalu merugi atau hilang sekali, alih-alih mendapatkan penghasilan tambahan, saya khawatir nasib Ibu mungkin tidak akan jauh berbeda dengan para ”pemain” saham yang saat ini banyak kita baca di koran, mengakhiri hidupnya dengan cara tragis karena stres dan terlibat utang.

Jadi, pertimbangkanlah segala sesuatunya matang-matang sebelum dimulai. Selamat memutuskan.

Salam,

Mike Rini Sutikno
Perencana Keuangan

Bermain Saham Untuk Pemula 1


Panduan Investor Pemula
Bermain di pasar saham bisa memberikan keuntungan yang jauh berlipat ganda dibandingkan dengan menyimpan uang di deposito atau berinvestasi di obligasi. Namun bermain di pasar saham juga bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar. Oleh karenanya sebelum memutuskan untuk bermain saham sangatlah penting untuk mengevaluasi apakah anda adalah seseorang yang bersedia mengambil risiko yang sepadan untuk keuntungan yang sepadan. Risiko yang semakin besar akan menghasilkan keuntungan yang semakin besar.
stock price Bermain Saham Untuk Pemula
Berikut ini adalah langkah-langkah yang anda perlukan sebagai pemula untuk bermain saham.
Rumusan Umum:
1. Anda harus mempunyai keinginan yang cukup besar untuk bermain atau mengetahui cara bermain atau mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh keuntungan dengan berinvestasi di pasar saham. Hal ini harus tertanam dalam diri anda sejak awal, atau jangan pernah bermain saham, sebaiknya beli reksadana saja.
2. Bermainlah dalam jumlah yang cukup kecil terlebih dahulu, misalnya Rp 10 juta atau Rp 20 juta mengingat selalu ada kemungkinan menghasilkan rugi bisa kecil bisa juga besar. Oleh karenanya bermainlah dalam jumlah uang yang kecil, seperti pilot project. Kalau anda mulai merasa nyaman dan mengetahui cara bermain untuk menghasilkan keuntungan, maka secara perlahan anda bisa menambah jumlah uang yang diinvestasikan. Ketika menambah jumlah yang diinvestasikan, selalu ingat bahwa uang yang anda tambahkan tersebut bisa habis, jangan hanya mengingat untung yang pernah anda peroleh, tetapi wajib mengingat bahwa investasi anda bisa berkurang bahkan habis. Anda tidak pernah tahu kapan sebuah peristiwa penting yang memberikan dampak negatif terhadap pasar terjadi; tiba-tiba saja bisa terjadi harga-harga anjlok, dan anda tidak sempat keluar dari pasar.
Rumusan Teknis:
1. Lihat arah perekonomian, taksir laju pertumbuhan nasional
Penting untuk mengetahui ke mana arah pertumbuhan ekonomi, artinya apakah sedang boom, atau depressi atau diantaranya. Kalau ekonomi sedang dalam pertumbuhan yang semakin meningkat, maka itulah saat yang paling tepat berinvestasi. Sebaliknya apabila pertumbuhan ekonomi sedang dalam keadaan negatif, maka sebaiknya keluar dari pasar, kecuali anda sudah biasa shorting dan punya pengalaman sebagai trader.
2. Pilihan industri dan track recordnya. Pilih industri yang anda familiar dan lebih senangi/sukai. Pelajari sejarah industri tersebut secara mendalam dan baca pendapat-pendapat para ahli tentang industri tersebut. Pilih industri yang punya track record yang baik dalam memberikan keuntungan.
3. Pilihan saham dan track recordnya
Pilih 1 atau 2 saham, jangan lebih, dalam industri point 2 tersebut diatas. Pilih yang mempunyai track record yang baik.
4. Lihat PE
Saham yang Anda pilih tersebut harus yang mempunyai PE terendah dalam industri tersebut. PE adalah ratio antara harga pasar saham per lembar dibagi dengan net income bersih per lembar saham. PE pada dasarnya adalah angka relatif. PE 10 bisa disebut murah apabila PE yang lain lebih tinggi. Namun secara umum, sekarang ini PE 10 bisa dikatakan batas murah dan mahal, walaupun ini tidak ada dasar teorinya.
5. Kapitalisasi
Pilih saham yang mempunyai kapitalisasi pasar yang besar. Artinya nilai rupiah pasar saham yang beredar cukup besar. Sehingga para penggoreng saham tidak mempunyai cukup uang untuk menggoreng saham tersebut. Artinya kalau kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil, maka pemain perseorangan dengan mudah dapat mengerakkan harga saham naik turun dengan jumlah modal yang dimilikinya.
6. Sentimen Pasar
Perhatikan sentimen pasar. Walaupun PE saham kita rendah, dan kapitalisasinya besar, sentimen pasar sering menjadi penentu naik turunya harga saham kita. Sentimen ini yang paling umum adalah indeks harga saham regional. Sentimen yang kedua, kejadian menarik yang berpengaruh di industri dimana saham kita berada. Misalnya kenaikan harga komoditas tertentu dan pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan yang sahamnya kita miliki. Sentimen ketiga adalah angka-angka perekonomian secara umum, misalnya angka pemberitaan angka laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, secara umum angka daya beli konsumen.

Bermain Saham Untuk Pemula 1


Panduan Investor Pemula
Bermain di pasar saham bisa memberikan keuntungan yang jauh berlipat ganda dibandingkan dengan menyimpan uang di deposito atau berinvestasi di obligasi. Namun bermain di pasar saham juga bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar. Oleh karenanya sebelum memutuskan untuk bermain saham sangatlah penting untuk mengevaluasi apakah anda adalah seseorang yang bersedia mengambil risiko yang sepadan untuk keuntungan yang sepadan. Risiko yang semakin besar akan menghasilkan keuntungan yang semakin besar.
stock price Bermain Saham Untuk Pemula
Berikut ini adalah langkah-langkah yang anda perlukan sebagai pemula untuk bermain saham.
Rumusan Umum:
1. Anda harus mempunyai keinginan yang cukup besar untuk bermain atau mengetahui cara bermain atau mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh keuntungan dengan berinvestasi di pasar saham. Hal ini harus tertanam dalam diri anda sejak awal, atau jangan pernah bermain saham, sebaiknya beli reksadana saja.
2. Bermainlah dalam jumlah yang cukup kecil terlebih dahulu, misalnya Rp 10 juta atau Rp 20 juta mengingat selalu ada kemungkinan menghasilkan rugi bisa kecil bisa juga besar. Oleh karenanya bermainlah dalam jumlah uang yang kecil, seperti pilot project. Kalau anda mulai merasa nyaman dan mengetahui cara bermain untuk menghasilkan keuntungan, maka secara perlahan anda bisa menambah jumlah uang yang diinvestasikan. Ketika menambah jumlah yang diinvestasikan, selalu ingat bahwa uang yang anda tambahkan tersebut bisa habis, jangan hanya mengingat untung yang pernah anda peroleh, tetapi wajib mengingat bahwa investasi anda bisa berkurang bahkan habis. Anda tidak pernah tahu kapan sebuah peristiwa penting yang memberikan dampak negatif terhadap pasar terjadi; tiba-tiba saja bisa terjadi harga-harga anjlok, dan anda tidak sempat keluar dari pasar.
Rumusan Teknis:
1. Lihat arah perekonomian, taksir laju pertumbuhan nasional
Penting untuk mengetahui ke mana arah pertumbuhan ekonomi, artinya apakah sedang boom, atau depressi atau diantaranya. Kalau ekonomi sedang dalam pertumbuhan yang semakin meningkat, maka itulah saat yang paling tepat berinvestasi. Sebaliknya apabila pertumbuhan ekonomi sedang dalam keadaan negatif, maka sebaiknya keluar dari pasar, kecuali anda sudah biasa shorting dan punya pengalaman sebagai trader.
2. Pilihan industri dan track recordnya. Pilih industri yang anda familiar dan lebih senangi/sukai. Pelajari sejarah industri tersebut secara mendalam dan baca pendapat-pendapat para ahli tentang industri tersebut. Pilih industri yang punya track record yang baik dalam memberikan keuntungan.
3. Pilihan saham dan track recordnya
Pilih 1 atau 2 saham, jangan lebih, dalam industri point 2 tersebut diatas. Pilih yang mempunyai track record yang baik.
4. Lihat PE
Saham yang Anda pilih tersebut harus yang mempunyai PE terendah dalam industri tersebut. PE adalah ratio antara harga pasar saham per lembar dibagi dengan net income bersih per lembar saham. PE pada dasarnya adalah angka relatif. PE 10 bisa disebut murah apabila PE yang lain lebih tinggi. Namun secara umum, sekarang ini PE 10 bisa dikatakan batas murah dan mahal, walaupun ini tidak ada dasar teorinya.
5. Kapitalisasi
Pilih saham yang mempunyai kapitalisasi pasar yang besar. Artinya nilai rupiah pasar saham yang beredar cukup besar. Sehingga para penggoreng saham tidak mempunyai cukup uang untuk menggoreng saham tersebut. Artinya kalau kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil, maka pemain perseorangan dengan mudah dapat mengerakkan harga saham naik turun dengan jumlah modal yang dimilikinya.
6. Sentimen Pasar
Perhatikan sentimen pasar. Walaupun PE saham kita rendah, dan kapitalisasinya besar, sentimen pasar sering menjadi penentu naik turunya harga saham kita. Sentimen ini yang paling umum adalah indeks harga saham regional. Sentimen yang kedua, kejadian menarik yang berpengaruh di industri dimana saham kita berada. Misalnya kenaikan harga komoditas tertentu dan pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan yang sahamnya kita miliki. Sentimen ketiga adalah angka-angka perekonomian secara umum, misalnya angka pemberitaan angka laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, secara umum angka daya beli konsumen.

Bermain Saham Untuk Pemula 1


Panduan Investor Pemula
Bermain di pasar saham bisa memberikan keuntungan yang jauh berlipat ganda dibandingkan dengan menyimpan uang di deposito atau berinvestasi di obligasi. Namun bermain di pasar saham juga bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar. Oleh karenanya sebelum memutuskan untuk bermain saham sangatlah penting untuk mengevaluasi apakah anda adalah seseorang yang bersedia mengambil risiko yang sepadan untuk keuntungan yang sepadan. Risiko yang semakin besar akan menghasilkan keuntungan yang semakin besar.
stock price Bermain Saham Untuk Pemula
Berikut ini adalah langkah-langkah yang anda perlukan sebagai pemula untuk bermain saham.
Rumusan Umum:
1. Anda harus mempunyai keinginan yang cukup besar untuk bermain atau mengetahui cara bermain atau mempunyai keinginan yang kuat untuk memperoleh keuntungan dengan berinvestasi di pasar saham. Hal ini harus tertanam dalam diri anda sejak awal, atau jangan pernah bermain saham, sebaiknya beli reksadana saja.
2. Bermainlah dalam jumlah yang cukup kecil terlebih dahulu, misalnya Rp 10 juta atau Rp 20 juta mengingat selalu ada kemungkinan menghasilkan rugi bisa kecil bisa juga besar. Oleh karenanya bermainlah dalam jumlah uang yang kecil, seperti pilot project. Kalau anda mulai merasa nyaman dan mengetahui cara bermain untuk menghasilkan keuntungan, maka secara perlahan anda bisa menambah jumlah uang yang diinvestasikan. Ketika menambah jumlah yang diinvestasikan, selalu ingat bahwa uang yang anda tambahkan tersebut bisa habis, jangan hanya mengingat untung yang pernah anda peroleh, tetapi wajib mengingat bahwa investasi anda bisa berkurang bahkan habis. Anda tidak pernah tahu kapan sebuah peristiwa penting yang memberikan dampak negatif terhadap pasar terjadi; tiba-tiba saja bisa terjadi harga-harga anjlok, dan anda tidak sempat keluar dari pasar.
Rumusan Teknis:
1. Lihat arah perekonomian, taksir laju pertumbuhan nasional
Penting untuk mengetahui ke mana arah pertumbuhan ekonomi, artinya apakah sedang boom, atau depressi atau diantaranya. Kalau ekonomi sedang dalam pertumbuhan yang semakin meningkat, maka itulah saat yang paling tepat berinvestasi. Sebaliknya apabila pertumbuhan ekonomi sedang dalam keadaan negatif, maka sebaiknya keluar dari pasar, kecuali anda sudah biasa shorting dan punya pengalaman sebagai trader.
2. Pilihan industri dan track recordnya. Pilih industri yang anda familiar dan lebih senangi/sukai. Pelajari sejarah industri tersebut secara mendalam dan baca pendapat-pendapat para ahli tentang industri tersebut. Pilih industri yang punya track record yang baik dalam memberikan keuntungan.
3. Pilihan saham dan track recordnya
Pilih 1 atau 2 saham, jangan lebih, dalam industri point 2 tersebut diatas. Pilih yang mempunyai track record yang baik.
4. Lihat PE
Saham yang Anda pilih tersebut harus yang mempunyai PE terendah dalam industri tersebut. PE adalah ratio antara harga pasar saham per lembar dibagi dengan net income bersih per lembar saham. PE pada dasarnya adalah angka relatif. PE 10 bisa disebut murah apabila PE yang lain lebih tinggi. Namun secara umum, sekarang ini PE 10 bisa dikatakan batas murah dan mahal, walaupun ini tidak ada dasar teorinya.
5. Kapitalisasi
Pilih saham yang mempunyai kapitalisasi pasar yang besar. Artinya nilai rupiah pasar saham yang beredar cukup besar. Sehingga para penggoreng saham tidak mempunyai cukup uang untuk menggoreng saham tersebut. Artinya kalau kapitalisasi pasar dari suatu saham kecil, maka pemain perseorangan dengan mudah dapat mengerakkan harga saham naik turun dengan jumlah modal yang dimilikinya.
6. Sentimen Pasar
Perhatikan sentimen pasar. Walaupun PE saham kita rendah, dan kapitalisasinya besar, sentimen pasar sering menjadi penentu naik turunya harga saham kita. Sentimen ini yang paling umum adalah indeks harga saham regional. Sentimen yang kedua, kejadian menarik yang berpengaruh di industri dimana saham kita berada. Misalnya kenaikan harga komoditas tertentu dan pengaruhnya terhadap keuntungan perusahaan yang sahamnya kita miliki. Sentimen ketiga adalah angka-angka perekonomian secara umum, misalnya angka pemberitaan angka laju pertumbuhan ekonomi, naik turunnya suku bunga oleh bank sentral, angka inflasi, angka pengangguran, angka order retail, sentimen konsumen, secara umum angka daya beli konsumen.

Football News

 

© Copyright Kumpulan dan Cara Paling Oye 2010 -2011 | Design by NURIS ZAMAN SPd | Published by LPKN Templates | Powered by Blogger.com.